Jenis Rukun Dalam Agama Islam

Jenis-Rukun-Dalam-Islam

Rukun

Apa itu rukun ?

Rukun adalah suatu pekerjaan atau perkara yang harus dilakukan sebelum melakukan suatu pekerjaan. Singkatnya, rukun menjadi pekerjaan awal yang wajib dilakukan sebelum melakukan hal lain.

Rukun juga bisa disebut sebagai pondasi atau landasan dalam mengerjakan sesuatu. Ibarat membangun sebuah rumah, maka yang dibangun adalah pondasinya terlebih dahulu, dan pondasi tersebut harus kuat.

Contoh konkritnya yaitu sebelum melakukan sholat anda harus niat terlebih dahulu. Niat merupakan salah satu rukun sholat. Apabila tidak ada niat maka anda belum bisa dikatakan sholat. Walaupun, gerakan dan bacaannya lengkap.

Begitu penting kedudukan rukun dalam agama Islam maka dari itu kita harus meyakini dan melaksanakannya. Meyakini tidak hanya dilakukan dengan hati, tetapi dengan lisan dan perbuatan.

Contoh yang disebutkan adalah tentang sholat. Bagaimana jika dalam agama islam. Anda semua pasti tahu bahwa jenis rukun dalam islam itu ada 3 yaitu rukun islam, rukun iman dan rukun ihsan.

Mengapa kita harus meyakini rukun-rukun dalam islam tersebut?

Silahkan simak penjelasannya pada ulasan berikut ini.

Rukun-Rukun Dalam Agama Islam

1. Rukun Islam

Belum dikatakan Islam jika tidak meyakini rukun Islam.

Apa saja Rukun Islam itu?

Rukun islam ada 5, yaitu :

  1. Membaca 2 kalimat syahadat
  2. Mengerjakan Sholat Wajib
  3. Berpuasa di bulan Ramadhan
  4. Membayar Zakat
  5. Menunaikan Haji

Kelima rukun itu merupakan perintah dari Allah yang harus dikerjakan oleh semua umat muslim. Untuk rukun iman yang ke-5 yaitu menunaikan haji yang hanya memiliki pengecualian.

Ibadah haji hanya diwajibkan bagi yang mamapu secara fisik ataupun secara ekonomi.

Anda pastinya pernah mendengar istilah Islam KTP.

Apa itu Islam KTP dan mengapa bisa disebut Islam KTP?

Yup, jawabannya karena Islamnya hanya pada status yang tertulis dalam administrasi negara saja belum Islam secara sah.

Kita harus meyakini rukun islam agar menjadi muslim atau muslimah yang sesungguhnya. Kita harus bersaksi bahwa ada Alloh dan Nabinya yang harus kita ikuti. Ketika tidak meyakini, maka akan terjadi kehampaan dalam hati. Hati menjadi kosong atau jika meminjam istilah zaman sekarang hati akan menjadi mudah galau.

Kita harus meyakini rukun islam agar menjadi manusia yang fitrah.

Bagaimana menjadi manusia yang fitrah?

Dengan cara melakukan sholat wajib ataupun sholat sunnah untuk berserah diri kepada Allah. Karena dalam setiap bacaan sholat adalah ucapan-ucapan doa kepada Allah. Bacaan-bacaan dalam sholat tersebut untuk memohon ampunan-Nya dan sebagai rasa syukur seorang hamba kepada Rabb-Nya

Doa itu seperti sepeda yang dikayuh terus menerus. Jika dikayuh maka akan sampai kepada tujuan. Tetapi, jika tidak dikayuh maka akan mengalami kemandekan.

Sama halnya dengan manusia, apabila dia tidak sholat, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa alias tidak akan mendapatkan bekal untuk di akhirat.

Mengapa kita harus meyakini rukun Islam?

Tidak lain karena rukun islam adalah untuk pedoman hidup kita. Yaitu Al Quran yang di dalamnya lengkap akan perintah dan larangan-larangan Allah. Al Quran juga sebagai rambu-rambu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tetapi sayangnya banyak sekali manusia yang mengabaikan Al Quran dan lebih memilih bermain dengan sosial media mereka. Parahnya, mempercayai apa yang diberitakan oleh sosial media, buka meyakini apa yang disampakan oleh Al Quran.

2. Rukun Iman

Islam, tidak akan berjalan sendiri. Ia akan didampingi oleh iman.

Apa itu iman?

Iman artinya adalah kepercayaan. Dalam hidup ini, harus ada kepercayaan yang kita anut. Jika tidak ada, kita akan seperti orang tersesat dalam hutan yang tidak tahu arah jalan pulang.

Rukun iman sebagai suatu hal yang harus kita percaya terutama yang sudah tersebut di dalam urutan rukun Iman.

Apa saja isi dari rukun iman?

Rukun Iman terdiri dari 6, yaitu :

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada Malaikat Allah
  3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah
  4. Iman kepada Rasul-Rasul Allah
  5. Iman Kepada Hari Akhir
  6. Iman kepada Qada dan Qadhar

Percaya kepada Allah, percaya kepada malaikat, percaya Nabi dan Rasulnya dan rukun iman yang lain. Percaya bahwa semua itu ada. Jika kita tidak percaya, kita tidak akan bisa menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam hidup.

Semisal bagaimana kita bisa mati, bagaimana prosesnya?

Allah sudah menyuruh kita percaya akan adanya malaikat Izroil (malaikat pencabut nyawa). Jika tidak ada landasan ini maka kita akan kebingungan.

Semakin kita percaya, semakin tebal pula keimanan kita.

Keimanan fungsinya apa?

Keimanan fungsinya bisa mencegah kita dari perbuatan yang keji dan jelek.

Orang hendak membunuh itu ditandai dengan hilangnya keimanan dalam dirinya, karena tidak percaya bahwa hari pembalasan itu pasti ada.

Jika kita percaya dengan Nabi Rasul-Nya, kita bisa mengambil pelajaran hidup mereka. Dalam islam ada yang diberikan julukan ulil amri yaitu orang-orang yang mengurus kepentingan umat. Kita bisa belajar dari kepemimpinan Nabi dan Rosul.

3. Rukun Ihsan

Rukun ihsan adalah sebagai benteng diri agar selalu menjaga setiap perbuatan yang dilakukan. Karena kita sadar bahwa setiap perbuatan-perbuatan yang dilakukan di dunia ini semua dalam pandangan Allah.

Allah memilki salah sifat dalam asmaul husna yaitu  Al `Aliim (العليم) dan Al Bashiir (البصير) yang artinya Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Jadi setiap apapun yang kita lakukan akan diketahui dan dilihat oleh-Nya.

Rukun ihsan terdiri dari tiga:

  1. Taqwa
  2.  Tawakal
  3. Ikhlas

Tiga sifat diatas wajib dimiliki oleh seorang hamba agar senantiasa mendapat perlindungan-Nya.

Simak dan baca : Manfaat Mempercayai Setiap Rukun Dalam Islam

Demikian ulasan tentang jenis rukun dalam agama islam yang dapat menuntun kita menjadi pribadi yang taat kepada perintah-Nya. Semua rukun-rukun islam diatas wajib diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan yang diperintahkan Allah.